Selamat datang di Rahasia Kehidupan Manusia

Rahasia Sukses

0 komentar

Tahukah Anda satu rahasia sukses terbesar yang harus kita ketahui bila ingin segera merasakan kesuksesan luar biasa dalam hidup ini? 

Ya, ada banyak rahasia sukses. Dsn kunci suksespun tidak hanya satu. Tapi tetap, yang satu ini akan selamanya menjadi rahasia sukses terbesar. 

Kenapa, karena begitu banyak manusia menganggap hal yang satu ini adalah efek dari kesuksesan, bukan penyebab. Terhadap rahasia yang satu ini, orang sering kali terbalik menyikapinya. 

"Nanti kalau saya sudah sukses, saya akan melakukannya." begitu kata hati kebanyakan manusia.
Karena itulah, hal ini bisa disebut rahasia terbesar, karena banyaknya yang tidak memahami. 

Tidak heran pula kalau tidak banyak manusia yang benar-benar sukses dalam hidup mereka, karena mereka terbalik menganggap PENYEBAB sukses sebagai efeknya. 

Baiklah, apakah rahasia sukses terbesar itu, pembaca? .... 

Siapapun Anda, di manapun Anda, di jaman apapun Anda hidup, inilah satu rahasia sukses terbesar yang patut Anda ketahui bila Anda berminat menikmati kehidupan yang menyenangkan di segala aspeknya.
Rahasia itu adalah .... MEMBERI, ya memberi uang atau sesuatu yang lain, memberi dalam bentuk zakat, infak, sedekah, hadiah, sumbangan, atau memberi apapun lainnya, selama memberikan sesuatu yang positif kepada pihak lain. 

Inilah kunci sukses Anda. Inilah Rahasia Sukses Terbesar Anda. Inilah satu hal penting yang harus Anda lakukan TERLEBIH DAHULU agar bisa menikmati kesuksean dan kekayaan. Inilah PENYEBAB kesuksesan Anda. Bukan efeknya. 


Sebelum melanjutkan dengan bagaimana memberi adalah rahasia sukses terbesar yang bisa membuka kran rejeki kita tanpa batas, secara singkat akan saya jelaskan beberapa jenis MEMBERI atau GIVING yang saya maksud di sini sebagai kunci pembuka kesuksesan, kekayaan, dan kebahagiaan hidup.
Memberi sebagai rahasia sukses terbesar yang saya bicarakan di sini memiliki pengertian yang luas sekali. Intinya adalah Anda mengambil sebagian dari milik Anda dan membaginya dengan orang atau pihak lain.
Dalam Bahasa Indonesia ada banyak sekali jenis memberi. Dan SEMUANYA itu bila dilakukan dengan NIAT yang benar, bisa membuka pintu kesuksesan dan kekayaan yang seluas-luasnya untuk Anda.
Jadi ketika mengatakan "memberi" di sini, saya tidak hanya membicarakan tentang SEDEKAH misalnya, walaupun sedekah termasuk satu dari banyak jenis memberi yang saya maksudkan.
Pada dasarnya ada 2 jenis memberi:

1.   Pemberian yang WAJIB,

yang dalam Islam disebut ZAKAT, sementara dalam tradisi Judeo-Christian, disebut sebagai TITHE, atau "persembahan sepersepuluhan".
(Sebenarnya, zakat dan tithe adalah sama secara konsep, hanya berbeda dari jumlah dan cara penghitungannya saja).
Intinya, pemberian wajib (Zakat atau Tithe) ini harus dikeluarkan dari harta yang telah kita miliki, dan secara spiritual, berfungsi untuk membersihkan harta kita sehingga siap menerima tambahan lebih banyak lagi.
Lebih dalam lagi, zakat/tithe sebenarnya merupakan:
"bentuk pengakuan (iman) serta rasa syukur kita bahwa segala sesuatu yang kita terima, nikmati dan miliki pada dasarnya adalah pemberian Tuhan, tidak lain. Harta kita bukanlah hasil kerja keras kita semata yang bila tanpa ijin Tuhan tidaklah akan menghasilkan.
Karena merupakan bentuk pengakuan iman dan rasa syukur kita pada Tuhan, Zakat/Tithe sebenarnya, secara esensi, WAJIB dikeluarkan oleh siapapun, miskin atau kaya. Baik yang kaya maupun yang miskin harus punya iman dan rasa terima kasih pada Tuhan bukan?
Dan karena nanti Anda akan lihat bahwa "memberi" bisa membuka aliran rejeki Anda seluas-luasnya, maka jelas mereka yang miskinlah yang justru makin "WAJIB" membayarkan zakat/tithe mereka kalau mereka tidak ingin terus miskin.

2.   Pemberian yang SUKARELA,

atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut "CHARITY", di mana jumlahnya biasanya tidak ditentukan, terserah kita, dan kita juga bisa memilih untuk memberi atau tidak.
Bentuknya sangat banyak, tetapi secara garis besar, berdasarkan tujuan dan penerimanya, ada sedikitnya 4 jenis:

  • Pemberian kepada yang lebih membutuhkan (lebih miskin) dari kita, misalnya sedekah, sumbangan, bantuan, donasi.
  • Pemberian untuk tujuan menyumbang demi kemajuan atau pembangunan, misalnya infaq, hibah, sumbangan, donasi.
  • Pemberian untuk menunjukkan rasa sayang dan perhatian, misalnya hadiah, oleh-oleh, traktiran, volunteer work atau pelayanan.
  • Pemberian untuk mengungkapkan pengakuan dan penghargaan, misalnya bonus atau hadiah.

Sama seperti pemberian wajib, walaupun jenisnya "sukarela", dan Anda bebas memilih untuk melakukannya atau tidak, saya tegaskan sekali lagi, bahwa ANDA "WAJIB" melakukan semua memberi ini kalau Anda ingin SUKSES dan ingin menjamin kelangsungan kesuksesan yang telah Anda rasakan.

Memberi bukanlah pilihan, tetapi keharusan, bila kehidupan yang sukses, kaya dan bermakna yang menjadi tujuan Anda.

Juga, karena yang namanya sukses total itu sukses di segala hal tidak hanya dalam perolehan uang dan harta benda saja, maka kita juga harus memberi segala macam hal, lebih dari sekedar uang dan harta benda.
Singkatnya: 

Kalau Anda ingin membuka kran keuangan Anda atau perasaan bahagia Anda atau kesuksesan dalam bentuk apa saja, maka satu rahasia sukses terbesar yang bisa Anda lakukan mulai detik ini juga adalah memberi, memberi, memberi atau GIVE, GIVE, GIVE

Memberi orang/pihak lain apapun yang Anda sendiri menginginkannya.

Ya, GIVING atau MEMBERI adalah rahasia sukses yang paling besar dan mujarab. 

Katakanlah Anda tidak percaya satu katapun dari semua yang saya ajarkan di sini, tapi Anda percaya satu rahasia ini saja tentang memberi, maka itu sudah cukup untuk bisa membantu Anda menikmati kesuksesan luar biasa. Silahkan buktikan sendiri. 

Selanjutnya, saya akan bahas secara mendalam bagaimana "memberi" (apapun bentuknya) membuat Anda sukses, kaya dan bahagia. 

Jadi bagaimana ceritanya memberi bisa membuat Anda kaya, sukses dan bahagia

Bagaimana memberi ini adalah rahasia sukses terbesar yang mungkin bisa Anda terapkan saat ini juga?
Apapun jenis memberi yang Anda lakukan (Baca tentang jenis-jenis memberi di sini), ia benar-benar akan menjamin kesuksesan Anda. 

Ini karena paling tidak ada dua Hukum Semesta atau Hukum Tuhan (Universal Laws) yang bernama Law of Reciprocation dan Law of Multiplication yang berkolaborasi di belakang MEMBERI, dan membuatnya menjadi satu senjata paling ampuh meraih kekayaan dan rahasia sukses terbesar. 

Law of Reciprocation menggariskan bahwa kita pasti akan mendapatkan balasan dari semua yang kita perbuat, dan ini termasuk mendapatkan 'imbalan' dari apa yang kita berikan ke orang lain. 

Sementara Law of Multiplication mendiktekan bahwa semua yang kita lakukan tadi balasannya dilipat-gandakan. 

Beberapa kitab suci berbeda menyebutkan angka yang berbeda pula untuk jumlah balasannya. Ada yang mengatakan balasannya 7 kali lipat, 10 kali lipat, dan bahkan ada yang menyatakan sampai 700 kali lipat.
Bagi pembaca Muslim, silahkan merujuk ke Surat Al-Baqarah, umpamanya. Di situ, banyak sekali tuntunan dan perintah untuk memberi dan bahwa imbalan untuk pemberian kita bisa mencapai 700 kali lipat. (Antara lain di ayat ke 245, ke 261, dan 265). 

Pernah juga saya baca sebuah kisah dalam kumpulan Hadits Bukhori-Muslim, bahwa Rasulullah Muhammad SAW, pernah menegur seseorang yang berpuasa sunah (bukan wajib) selama satu bulan penuh. Beliau menyebutnya sebagai sesuatu yang berlebihan. Menurut Rasulullah, cukuplah berpuasa seperti itu tiga hari saja dalam sebulan, karena imbalan semua hal baik yang kita lakukan adalah 10 kali lipatnya. Jadi tiga hari puasa itu sudah sama dengan satu bulan (30 hari) puasa esensinya. 

Selain ini, masih banyak lagi ajaran serupa, bahwa, berlaku ganjaran berlipat-lipat, paling tidak 10 kali lipat akan semua yang kita perbuat. Saya yakin, di ajaran agama lainpun prinsip seperti ini ada, karena hukum ini adalah hukum universal. 
 
Nah, untuk kepentingan kepraktisan penerapan, kita akan berpegang pada asumsi imbalan 10 kali lipat untuk MEMBERI. (Maksud saya menghitungnya akan lebih mudah bila dikalikannya dengan 10).

"Lho, menghitung apa? Masa memberi kok lalu dihitung-hitung imbalannya. Mana bisa hitung-hitungan begitu?" Mungkin begitu tanya Anda. Betul?

Jawab saya, di sini saya memang akan mengajarkan sedikit konsep bagaimana MEMBERI bisa menjadi alat pencapai kekayaan. Jadi sedikit perhitungan perlu dilakukan untuk memperjelas maksud saya tersebut.

Seperti saya bilang di atas, mulai sekarang mari kita beroperasi dengan memakai asumsi dasar bahwa kita akan mendapat balasan 10 kali lipat dari apapun yang kita lakukan atau berikan, dan kita akan sebut hukum ini dengan 'The LAW OF TENFOLD RETURN' (atau hukum imbalan 10 kali lipat).

(Bila Anda ingin mempercayai bahwa imbalannya jauh lebih besar dari ini, tidak masalah. Saya cuma hendak mengambil sisi praktisnya saja).

Nah karena memberi pasti berakibat kita mendapat imbalan 10 kali lipat, maka inilah kunci sukses dan kaya yang sesungguhnya. Bukan kerja keras atau rajin menabung.

Mudah-mudahan Anda tidak terjebak kesalahan seperti yang pernah saya lakukan dulu selama bertahun-tahun.

Karena dibesarkan di keluarga yang pas-pasan perekonomiannya, kondisi kekurangan uang bukanlah sesuatu yang asing bagi saya. Singkat cerita, kondisi ini membuat saya memiliki 'mentalitas miskin' (atau poverty consciousness atau poverty mentality) di mana saya merasa selalu kekurangan dan takut tidak pernah cukup.

Saya tumbuh menjadi orang yang cenderung 'pelit' karena merasa tidak punya. Saya selalu takut memberi, takut meminjamkan, takut berpisah dengan uang atau apapun hak miliki saya.

Saya pintar sekali mencari alasan untuk tidak memberi, dengan dalih saya sendiri dalam kondisi lebih membutuhkan. Dan mungkin memang betul. Sayalah orang paling miskin di dunia dengan cara berpikir seperti itu.

Karena, ternyata semakin saya mencoba menahan uang yang saya miliki, entah dengan menyimpannya, menabungkannya, menghitung-hitungnya, menahan diri tidak membeli apa-apa walau sangat menginginkannya, atau selalu membeli barang termurah kalau memang harus, itu semua justru semakin mengantarkan saya ke jurang kemiskinan.

Parahnya lagi, saya pun takut memberi sedekah atau infaq atau sekedar bantuan/sumbangan. Saya selalu berpikir, "Lha, keluarga saya saja kekurangan kok malah memberi orang lain."

Setiap tahun zakat yang saya bayarkan hanyalah zakat fitrah yang cuma beberapa kilo beras itu. Zakat harta?
Kan saya punya alibi, harta saya belum memenuhi batas yang harus dizakati. Setiap ada yang meminta sumbangan, pikiran saya negatif, berprasangka bahwa uangnya bisa jadi akan diselewengkan, sehingga saya memilih untuk tidak menyumbang.

Demikian bertahun-tahun. Dan bertahun-tahun itu pula hidup saya seperti itu, tidak berubah. Begitu terus, miskin terus. Hidup dari satu gajian ke gajian berikutnya. Di tengah bulan gaji sudah habis dan bahkan harus cash bon atau meminjam gaji bulan depan.

Setiap pengeluaran yang dianggap pemborosan selalu menimbulkan keributan dan pertengkaran, membuat suasana rumah tangga gerah. Alangkah malangnya nasib orang miskin yang juga memiliki "mental miskin" pula seperti saya ini.

Sampai suatu hari, saya menemukan buku berjudul 'THE GREATEST MONEY MAKING SECRET IN HISTORY' karya Joe Vitale, yang dibagikan gratis di internet.

(Anda pasti tahu, orang yang selalu merasa kekurangan uang seperti saya ini, pikirannya pasti tidak akan pernah berhenti berputar mencari cara mendapat uang lebih banyak lagi.) Jadi judul bukunya 'RAHASIA CARA MENDAPATKAN UANG TERBESAR DI DUNIA' ini pastilah menarik perhatian saya. Apalagi karena gratisan pula.

Ternyata, tidak seperti dugaan saya. Buku itu tidak mengajarkan 'satu formula bisnis' konvensional seperti yang saya bayangkan.

Sebaliknya, buku itu mengajarkan sesuatu yang menjungkir-balikkan semua yang selama ini saya percaya dan lakukan. Betapa malunya saya membaca buku itu, tapi sekaligus seperti kepala saya diputar, untuk ditunjukkan, ke arah benda yang selama ini saya cari di arah yang salah. 

Ternyata, uang itu seperti aliran susu ke dalam gelas yang memiliki batas volume. Katakan batasnya 300 cc, setelah terisi sejumlah itu, maka gelas itupun telah penuh, dan tidak bisa diisi lebih banyak lagi.

Kalau sesudahnya, susu dalam gelas tersebut disimpan saja agar awet, maka kita tidak akan bisa mengisikan lagi susu segar yang baru ke dalamnya.

Bahkan, bila tidak juga diminum, disayang sayang dan disimpan-simpan, susu yang ada di dalamnya akan basi dan akhirnya malah terbuang sia-sia.

Inilah perumpamaan orang yang sungguh takut berpisah dengan uangnya, entah dengan alasan apapun, yang akhirnya malah kehilangan kesempatan menikmati kehidupan ini.

Bukankah sebagai orang beriman kita percaya pada hukum-hukum Tuhan? Tuhan sudah berjanji memberikan imbalan pada semua pemberian kita bukan? Apa yang membuat kita takut memberi, segawat apapun itu situasi keuangan kita?


Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya pahala/imbalan sepuluh kali lipat amalnya.
~   Qur'an: Surat Al An'am: 160   ~

Bukankah kita percaya bahwa kekayaan Tuhan, Yang Maha Kaya, Sang Pencipta Alam Raya ini tidak terbatas? Setiap saat gelas kita kosong, kita bisa minta Tuhan untuk terus mengisikannya kembali. Dan Tuhan pasti mengisinya kembali, Dia sudah berjanji.

Bahkan ketika Tuhan melihat bahwa gelas 300 cc tadi rupanya tidak cukup memenuhi kebutuhan kita yang suka sekali minum susu dan dengan rajin menghabiskan setiap gelas yang diberikan-NYA ke kita, Tuhan pasti akan segera menggantikan gelasnya dengan yang berdaya tampung lebih besar lagi.

Kita bisa terus menikmati susu segar kita, setiap saat, asal kita tidak takut bahwa kita tidak akan mendapat jatah susu lagi. Tidak perlu disimpan-simpan untuk besok. Di dapur masih banyak.

Ini salah satu penjelasan yang masuk akal, kenapa para milyuner (apalagi yang memiliki wealth consciousness, yang benar benar bermental kaya), tidak kemudian jatuh miskin meskipun mereka tiada henti mengeluarkan uang dalam jumlah banyak pula.
Share this article :

Poskan Komentar

 
Support : Rahasia Kehidupan manusia | Creating Website | Johny Template | Mas Template | Pusat Promosi
Copyright © 2015. Rahasia - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger